Ayat Seribu Dinar        Ustadz Masrukhan         Testimoni         Cara Pemesanan        Siapakah kami?

 

Terbebas Dari Hutang

 

Sejak lulus sekolah enam tahun silam, tekad saya untuk merantau dan memulai hidup mandiri memang sudah bulat. Meskipun awalnya orang tua sempat tidak setuju, namun pada akhirnya mereka memahami keinginan saya tersebut.

Tapi ternyata keputusan saya untuk pergi memang ada tidak baiknya juga. Seiring dengan kepergian saya, kabar mengenai keadaan keluarga di kampung halaman tidak pernah lagi saya dengar. Tahu-tahu saya dikabari bahwa ayah saya telah meninggal dunia karena sakit. Bukan hanya berpulang, malah. Hanya berselang tiga hari sejak kematian ayah tiba-tiba saja penagih hutang datang. Hari itulah saya tahu bahwa ternyata ayah saya meninggalkan hutang yang jumlahnya tidak sedikit, entah untuk apa pula hutang tersebut diambil saya tidak pernah tahu.

Saya hanya tahu bahwa waktu kami tinggal dua bulan untuk melunasi hutang sejumlah ratusan juta atau rumah peninggalan keluarga kami akan disita. Ibu saya langsung menangis, sedangkan saya sendiri juga tidak tahu harus bagaimana. Bersama-sama kami lalu mengamalkan Ayat Seribu Dinar di bawah bimbingan Ustadz Masrukhan, guru ilmu hikmah ibu saya yang berkediaman di kota sebelah.

Alhamdulillah... setelah beberapa lama jalan keluar muncul juga. Seorang saudara kami yang sudah lama tak bersua mendadak datang dan menawarkan bantuan. Dipinjaminya kami uang untuk membayar hutang, sementara pinjaman tersebut sendiri bisa kami cicil sebisa kami. Tanpa bunga, tanpa perhitungan. Subhanallah......Tuhan memang selalu memberi petunjuk dan kemudahan bagi hamba-Nya yang bertaqwa.

 

Rosmahana - Jepara

 

 

 

Ayat Seribu Dinar        Ustadz Masrukhan         Testimoni         Cara Pemesanan        Siapakah kami?